Selasa, 20 Juni 2017

Puisi - Sahabatku, terima kasih untuk pertolonganmu disaat itu





Manakala malam terasa panjang dan seolah tiada bertepi

Saat mata ini enggan untuk terpejam dan terlelap
Dan otak pun mulai merangkai sebuah kisah lama
Tentang sebuah cerita buram seorang pria muda

Disaat malam terasa suram dan tiada berhiaskan bintang
Ketika gundah hati menguasai akal budi
Dan langkahku pun terasa mulai tiada terkendali
Hanya mengikuti rasa hati yang tiada pernah kumengerti

Lalu berpacu di jalanan tanpa tujuan pasti
Dan sebuah tragedi pun tak mungkin dihindari
Tanpa sadar darah pun mengucur tiada henti
Namun semua itu tiada menyurutkan langkah dan niat hati

Terus berjalan walau terhuyung dengan langkah gontai
Tiada peduli rasa perih dan keadaan diri
Mengikuti sebuah rasa hati yang tiada pernah mau mengerti
Walau kutahu hanya goresan pedihnya hati yang akan kutemui

Dan Ketika sadarku mulai kembali
Tiada satu pun cerita yang teringat dibenak ini
Hanya seraut wajah yang masih melekat
Mengusap tetes darah yang masih terasa hangat

Terima kasih sahabatku....
Untuk pertolonganmu disaat itu
Dan Maafkan diriku....
Telah menyusahkanmu diwaktu itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar