Jumat, 05 Mei 2017

Puisi Kuserahkan Pada-Mu Tuhan

Kuserahkan Pada-Mu Tuhan

Ketika suara hati terdengar tidak semerdu masa yang lalu
Manakala harapan tiada berujung kenyataan
Saat doa-doa seolah tiada pernah terjawab
Dan mimpi pun hanya sebatas malam

Yang kurasa hanya gundah hati yang tiada mau pergi
Samarkan setiap jengkal langkah kaki ini
Temaramkan pelita dan pandang mata hati
Hanya kekhawatiran hidup yang kian membingkai nyali

Tuhan...
Kemanakah langkah kaki ini harus kuayun?
Begitu pekatnya kabut terasa semakin melingkup diri ini
Uluran tangan-Mu pun seolah tak sanggup aku gapai

Tuhan...
Rengkuh aku dalam dekapan kasih-Mu
Papah aku menuju terang jalan-Mu
Karena tanpa-Mu aku tiada akan mampu

Tuhan...
Kuserahkan segenap jiwa dan raga ini
ke dalam kokoh kuat tangan-Mu


Tonton juga video musikalisasinya

Puisi Sepenggal Cerita Senja

Sepenggal Cerita Senja


Hadirmu seperti mentari di ujung senja
Jingga merona menghias cakrawala
Mengguratkan warna dan cerita di putihnya awan
Tiada lepas mata ini terpana memandangmu
Sungguh indah hadirmu di waktu itu

Walaupun mendung sempat meredupkan pesonamu
Namun tiada mampu sirnakan keindahan nuansamu
Hangatnya sinarmu pun masih kurasa
Membasuh dan menembus ruang jiwa
Menggetarkan rasa dan seisi hati ini

Walau hanya sesaat engkau ada 
Kehadiranmu begitu berarti untukku
Seperti sepenggal kisah masa yang lalu
Begitu melekat dan tak pernah mau pergi
Menghiasi lembar kehidupan yang kujalani

Waktu terus bergulir tanpa pernah mau peduli
Tinggalkan segala mimpi dan harapan yang tiada kunjung pasti
Lupakan kenangan yang seolah sudah terasa badi
Dan indahnya senja telah berlalu
Bersama waktu berganti cerita yang  baru

Puisi Tentang Sebuah Hati

Tentang Sebuah Hati

Manakala hati berbalut sepi
Saat dirimu sendiri menatap hari
Dan kau biarkan sebuah asa terbuang  hilang
Bersama bayang-bayang kenangan yang indah
Lenyap terganti oleh nestapa yang tiada bertepi

Kulihat tetes air mata mulai mengalir
Meredupkan cahaya bintang di wajah nan ayu
Isak tangis lirih pun mulai menyapa
Dan sebuah tanyapun mulai terucap
Mampukah tegarku akan bertahan?

Dengan bimbang kau langkahkan kaki tanpa arah
Menapak jalan samar tiada terang
Melintasi badai tanpa naungan
Lakasana bahtera tanpa nahkoda
Yang terhempas ke dinding karang

Bersama waktu telah kau jalani
Sunyinya hati yang tiada bertepi
Masihkah ada sebuah harapan?
Untuk utuhkan cinta dan jiwa
Kembali berpadu di sisa hidup ini

Puisi Entahlah ( Mungkin gundahku )

Entahlah

Setiap helaan nafas yang kurasa
Setiap detak jantung yang kudengar
Terasa kian memburu
Entah apa yang sedang berkecamuk

Tiada pengertian yang cukup untuk menanti
Sebuah jawaban yang kian tak pasti
Membungkam asa untuk melambung tinggi
Entahlah....

Dan kubiarkan diri ini terhanyut arus takdir
Berdiam mencoba sadar dan mengerti
Sebuah makna hidup yang terus bergulir
Apakah hanya menunggu untuk terhenti?



Video musikalisasi puisi

Puisi Mengenang Kisah Kita

Mengenang Kisah Kita

Tanpa kusadari sudah begitu panjang jalan yang kita lewati
Bersamamu meniti setiap jengkal jalan kehidupan
Detik demi detik bergulir dan hari pun berlalu begitu cepatnya
Waktu berlari dan tak akan pernah mau kembali
Mengukir kisah hidup dengan penuh arti

Masih kuingat kenangan dimasa muda kita
Begitu indah...berbalut kasih dan sayang
Walaupun semua itu tidaklah terasa mudah
Banyak jalan yang terjal dan berliku yang harus kita lewati
Namun tulus dan teguhnya kasihmu membuat kita dapat bersatu

Kutatap wajahmu yang terlelap dalam hening dan dinginnya malam
Dan kurasakan betapa berartinya dirimu untukku
Terlintas kembali pengorbananmu dimasa itu
Ketika sebuah pertaruhan yang sulit engkau pilih
Demi cinta kita dan diriku

Terima kasihku untukmu yang senantiasa menemaniku
Yang selalu setia dan tiada pernah jemu
Merenda hidup mengukir waktu bersamaku
Hanya satu niat dan harapku
Membuat dirimu selalu bahagia disisiku

Video musikalisasi puisi


Puisi Semua untuk KITA

Semua untuk KITA

Kala sebuah hati telah terpaut
Disaat jiwa ini telah memilih
Dan ragapun telah bersatu
Separuh hidup ini bukan milikku lagi

Ketika hidup sudah terikat janji
Tiada lagi pribadi yang merdeka
Tak akan ada lagi kata aku dan kamu
Hanya kita...ya hanya kita

Segala mimpi...
Segala asa...
Segala rasa...
Dan semuanya...untuk kita

Video puisi dengan diiringi musik latar :

Puisi Rinduku untukmu Ayah

Rinduku untukmu Ayah

Ketika seraut wajah membayang di pelupuk mata
Mengingatkan ratap tangisku saat kepergianmu
Sedihku pun masih terasa saat bayang dirimu datang menyapa
Walaupun waktu sudah bergulir sedemikian lama
Namun bayangmu tak pernah usang di benak ini

Indah cerita lama pun kembali terpapar
Ingatkan riang masa kecilku bersamamu
Kala rengkuh kuat tanganmu sirnakan takut dan raguku
Tiada pernah kurasa keadaan sulit yang berarti
Saat aku berada dalam naunganmu

Bahagiaku pun masih melekat sampai kini
Saat kasih sayangmu melingkupi diri ini
Saat perhatianmu tak lepas dari diriku

Masih terbayang jelas dalam ingatanku
Indahnya kenangan melintas silih berganti
Menebar jaring rasa ingin engkau kembali

Dan saat ini….
Hanya tetes air mata yang mampu menitik
Kala rindu hati mengusik ingatan tentang dirimu
Dan kuingin rasakan masa itu untuk dapat kembali
Walau kutahu semua itu…tak akan pernah kembali nyata

Ayah…..
Salam hormat dan rinduku untukmu
Semoga damai selalu di keabadianmu

Video pembacaan puisi diiringi dengan musik latar :