Selasa, 18 Juli 2017

Puisi Karena Aku Bukanlah Dirimu

Karena aku bukanlah dirimu

Silahkan Subscribe, Share dan Like video ini
Apabila Anda suka dengan puisi ini

Teman....
Aku hanya dapat mendengar setiap kata yang keluar dari mulutmu
Aku hanya dapat merasakan kata kata itu 
Membuat aku bahagia atau kecewa
Menyakitkan hatiku atau membuat aku gembira
Dan aku percaya semua kata itu keluar dari lubuk hatimu
Semua kata itu juga yang membuat aku
Mempunyai gambaran seperti apakah dirimu
Karena aku tidak dapat mendengar suara dan kata hatimu yang sebenarnya

Teman...
Aku hanya dapat melihat apa yang kau lakukan di depan mataku
Aku hanya dapat menikmati hasil dari apa yang engkau lakukan
Terlalu banyak hal yang menyenangkan, tetapi tidak sedikit juga hal yang menyakitkan kurasakan
Mungkin hanya itu yang dapat kulihat dengan mataku
Dan mungkin juga hanya itu yang bisa kurasakan dengan hatiku
Untuk akhirnya memberikan sebuah nilai seberapa pantas seorang pribadi harus dihargai
Karena aku tidak dapat melihat semua rencana dan langkah langkah yang ada di dalam benakmu

Teman...
Maafkan aku jika telah salah menilaimu
Karena aku hanya dapat mendengar dan melihat
Karena aku hanya dapat merasakan dengan hatiku
Dan karena aku bukanlah dirimu

Sabtu, 24 Juni 2017

Puisi - Waktunya Mudik Pulang Kampung



Remang sinar mentari berbalut kabut di pagi hari
Jernihnya tetes embun masih terlihat di hijaunya daun
Menemani diri ini untuk berpacu dengan waktu
Mengawali sebuah perjalanan panjang yang harus ku tempuh

Mulai terbayang kenangan dan cerita indah
Serta wajah penuh keceriaan orang orang tercinta
Di teduh dan damainya tempat bernaung masa lalu
Menambah hasrat dan harapan untuk segera bertemu

Waktu terasa berjalan begitu cepatnya
Namun tidak dengan langkah perjalananku
Deru asap dan debu semakin terasa menyesakkan nafas
Lelah dan penat pun mulai merasuk raga

Namun semua itu tiada menghalangi semangatku
Untuk tetap terus berpacu
Mengejar waktu untuk segera bertemu
Kampung halaman yang telah lama menunggu

Selasa, 20 Juni 2017

Puisi - Sahabatku, terima kasih untuk pertolonganmu disaat itu





Manakala malam terasa panjang dan seolah tiada bertepi

Saat mata ini enggan untuk terpejam dan terlelap
Dan otak pun mulai merangkai sebuah kisah lama
Tentang sebuah cerita buram seorang pria muda

Disaat malam terasa suram dan tiada berhiaskan bintang
Ketika gundah hati menguasai akal budi
Dan langkahku pun terasa mulai tiada terkendali
Hanya mengikuti rasa hati yang tiada pernah kumengerti

Lalu berpacu di jalanan tanpa tujuan pasti
Dan sebuah tragedi pun tak mungkin dihindari
Tanpa sadar darah pun mengucur tiada henti
Namun semua itu tiada menyurutkan langkah dan niat hati

Terus berjalan walau terhuyung dengan langkah gontai
Tiada peduli rasa perih dan keadaan diri
Mengikuti sebuah rasa hati yang tiada pernah mau mengerti
Walau kutahu hanya goresan pedihnya hati yang akan kutemui

Dan Ketika sadarku mulai kembali
Tiada satu pun cerita yang teringat dibenak ini
Hanya seraut wajah yang masih melekat
Mengusap tetes darah yang masih terasa hangat

Terima kasih sahabatku....
Untuk pertolonganmu disaat itu
Dan Maafkan diriku....
Telah menyusahkanmu diwaktu itu

Minggu, 04 Juni 2017

Puisi Sunset di Gunung Kunir

Sunset di Gunung Kunir

Disaat cahaya mentari berselimut kabut tipis
Dan semilir angin dingin menerpa diri
Kuayunkan langkah setapak demi setapak
Melewati satu persatu anak tangga yang ada

Terjal dan berliku jalan yang harus kulalui
curamnya lembah pun terasa menggetarkan hati
Memicu gejolak adrenalin dalam tubuh ini
Menambah nuansa rasa yang tak akan pernah terlupa

Letih dan lelah tiada menghalangi niat hati
Untuk tetap melangkah menuju puncak nan alami
Menggapai putihnya awan yang begitu menawan
Memandang keindahan semesta karya Tuhan

Kurasakan begitu kecil dan tiada berartinya diri ini
Manakala indahnya sebuah karya terpampang di depan mata
Ketika mentari senja begitu menakjubkan di cakrawala
Membiaskan cahaya jingga mewarnai langit penuh Mega

Sesaat diriku termangu seolah beku
Memandang sunset yang selalu kutunggu
Dan kubersyukur pada-Mu ya Tuhanku
Untuk sunset yang indah dari puncak Gunung Kunir



Puisi Kisah di Sebuah Pantai (Nelayan)

Kisah di Sebuah Pantai (Nelayan)

Disaat Surya mulai menuju peraduan
Dan hari pun mulai berganti malam
Rembulan pun mulai tersipu dibalik awan
Seolah enggan menerangi malam

Debur ombak pun kian jelas terdengar
Seperti nyanyian di heningnya malam
Mengiringi dirimu menuju luasnya samudera
Menebar jaring bersama riuhnya gelombang

Dinginnya angin Malam pun kian terasa
Namun bagimu, semua sudah biasa
Menerjang badai mengejar ikan di lautan
Menyabung nyawa demi masa depan keluarga

Waktu bergulir dan mentari pun mulai bersinar
Orang pun mulai berduyun menuju pantai
Menyambut datangmu dengan penuh harapan
Menepi dan berlabuh dengan bahtera penuh ikan



Jumat, 05 Mei 2017

Puisi Kuserahkan Pada-Mu Tuhan

Kuserahkan Pada-Mu Tuhan

Ketika suara hati terdengar tidak semerdu masa yang lalu
Manakala harapan tiada berujung kenyataan
Saat doa-doa seolah tiada pernah terjawab
Dan mimpi pun hanya sebatas malam

Yang kurasa hanya gundah hati yang tiada mau pergi
Samarkan setiap jengkal langkah kaki ini
Temaramkan pelita dan pandang mata hati
Hanya kekhawatiran hidup yang kian membingkai nyali

Tuhan...
Kemanakah langkah kaki ini harus kuayun?
Begitu pekatnya kabut terasa semakin melingkup diri ini
Uluran tangan-Mu pun seolah tak sanggup aku gapai

Tuhan...
Rengkuh aku dalam dekapan kasih-Mu
Papah aku menuju terang jalan-Mu
Karena tanpa-Mu aku tiada akan mampu

Tuhan...
Kuserahkan segenap jiwa dan raga ini
ke dalam kokoh kuat tangan-Mu


Tonton juga video musikalisasinya

Puisi Sepenggal Cerita Senja

Sepenggal Cerita Senja


Hadirmu seperti mentari di ujung senja
Jingga merona menghias cakrawala
Mengguratkan warna dan cerita di putihnya awan
Tiada lepas mata ini terpana memandangmu
Sungguh indah hadirmu di waktu itu

Walaupun mendung sempat meredupkan pesonamu
Namun tiada mampu sirnakan keindahan nuansamu
Hangatnya sinarmu pun masih kurasa
Membasuh dan menembus ruang jiwa
Menggetarkan rasa dan seisi hati ini

Walau hanya sesaat engkau ada 
Kehadiranmu begitu berarti untukku
Seperti sepenggal kisah masa yang lalu
Begitu melekat dan tak pernah mau pergi
Menghiasi lembar kehidupan yang kujalani

Waktu terus bergulir tanpa pernah mau peduli
Tinggalkan segala mimpi dan harapan yang tiada kunjung pasti
Lupakan kenangan yang seolah sudah terasa badi
Dan indahnya senja telah berlalu
Bersama waktu berganti cerita yang  baru

Puisi Tentang Sebuah Hati

Tentang Sebuah Hati

Manakala hati berbalut sepi
Saat dirimu sendiri menatap hari
Dan kau biarkan sebuah asa terbuang  hilang
Bersama bayang-bayang kenangan yang indah
Lenyap terganti oleh nestapa yang tiada bertepi

Kulihat tetes air mata mulai mengalir
Meredupkan cahaya bintang di wajah nan ayu
Isak tangis lirih pun mulai menyapa
Dan sebuah tanyapun mulai terucap
Mampukah tegarku akan bertahan?

Dengan bimbang kau langkahkan kaki tanpa arah
Menapak jalan samar tiada terang
Melintasi badai tanpa naungan
Lakasana bahtera tanpa nahkoda
Yang terhempas ke dinding karang

Bersama waktu telah kau jalani
Sunyinya hati yang tiada bertepi
Masihkah ada sebuah harapan?
Untuk utuhkan cinta dan jiwa
Kembali berpadu di sisa hidup ini

Puisi Entahlah ( Mungkin gundahku )

Entahlah

Setiap helaan nafas yang kurasa
Setiap detak jantung yang kudengar
Terasa kian memburu
Entah apa yang sedang berkecamuk

Tiada pengertian yang cukup untuk menanti
Sebuah jawaban yang kian tak pasti
Membungkam asa untuk melambung tinggi
Entahlah....

Dan kubiarkan diri ini terhanyut arus takdir
Berdiam mencoba sadar dan mengerti
Sebuah makna hidup yang terus bergulir
Apakah hanya menunggu untuk terhenti?



Video musikalisasi puisi

Puisi Mengenang Kisah Kita

Mengenang Kisah Kita

Tanpa kusadari sudah begitu panjang jalan yang kita lewati
Bersamamu meniti setiap jengkal jalan kehidupan
Detik demi detik bergulir dan hari pun berlalu begitu cepatnya
Waktu berlari dan tak akan pernah mau kembali
Mengukir kisah hidup dengan penuh arti

Masih kuingat kenangan dimasa muda kita
Begitu indah...berbalut kasih dan sayang
Walaupun semua itu tidaklah terasa mudah
Banyak jalan yang terjal dan berliku yang harus kita lewati
Namun tulus dan teguhnya kasihmu membuat kita dapat bersatu

Kutatap wajahmu yang terlelap dalam hening dan dinginnya malam
Dan kurasakan betapa berartinya dirimu untukku
Terlintas kembali pengorbananmu dimasa itu
Ketika sebuah pertaruhan yang sulit engkau pilih
Demi cinta kita dan diriku

Terima kasihku untukmu yang senantiasa menemaniku
Yang selalu setia dan tiada pernah jemu
Merenda hidup mengukir waktu bersamaku
Hanya satu niat dan harapku
Membuat dirimu selalu bahagia disisiku

Video musikalisasi puisi


Puisi Semua untuk KITA

Semua untuk KITA

Kala sebuah hati telah terpaut
Disaat jiwa ini telah memilih
Dan ragapun telah bersatu
Separuh hidup ini bukan milikku lagi

Ketika hidup sudah terikat janji
Tiada lagi pribadi yang merdeka
Tak akan ada lagi kata aku dan kamu
Hanya kita...ya hanya kita

Segala mimpi...
Segala asa...
Segala rasa...
Dan semuanya...untuk kita

Video puisi dengan diiringi musik latar :

Puisi Rinduku untukmu Ayah

Rinduku untukmu Ayah

Ketika seraut wajah membayang di pelupuk mata
Mengingatkan ratap tangisku saat kepergianmu
Sedihku pun masih terasa saat bayang dirimu datang menyapa
Walaupun waktu sudah bergulir sedemikian lama
Namun bayangmu tak pernah usang di benak ini

Indah cerita lama pun kembali terpapar
Ingatkan riang masa kecilku bersamamu
Kala rengkuh kuat tanganmu sirnakan takut dan raguku
Tiada pernah kurasa keadaan sulit yang berarti
Saat aku berada dalam naunganmu

Bahagiaku pun masih melekat sampai kini
Saat kasih sayangmu melingkupi diri ini
Saat perhatianmu tak lepas dari diriku

Masih terbayang jelas dalam ingatanku
Indahnya kenangan melintas silih berganti
Menebar jaring rasa ingin engkau kembali

Dan saat ini….
Hanya tetes air mata yang mampu menitik
Kala rindu hati mengusik ingatan tentang dirimu
Dan kuingin rasakan masa itu untuk dapat kembali
Walau kutahu semua itu…tak akan pernah kembali nyata

Ayah…..
Salam hormat dan rinduku untukmu
Semoga damai selalu di keabadianmu

Video pembacaan puisi diiringi dengan musik latar :