Minggu, 01 Oktober 2017

Mengenang Pengorbanan Seorang Ibu Untuk Anaknya || Puisi Ungkapan Hati



Ketika sang waktu kembali mengingatkan diriku
Di saat cerita hidupku ini baru dimulai
Manakala kerasnya suara tangisku terdengar
Dan engkau pun terkulai lelah tanpa daya

Hangatnya dekapan sayangmu masih dapat kurasakan
Dengan pelukan berbalut kasih seluas langit yang tiada bertepi
Dengan tulusnya rasa cinta yang sehangat surya pagi 
Dengan berhiaskan senyuman yang penuh rasa kedamaian

Terbayang begitu besar pengorbanan yang telah engkau berikan
Betapa mahalnya harga yang harus engkau bayarkan
Telah engkau relakan keindahan tubuhmu sirna
Dengan segala rasa sakit yang harus kau rasakan
Menumpahkan darah menyabung nyawa dan menanggung perihnya sayatan luka
Dan semua itu hanya demi untukku yang kau puja

Tiada satu kata yang sanggup untuk melukiskan semuanya
Dan tak ada satu pun yang mampu untuk menggantikannya
Meskipun dengan seluruh hidupku dan itu pun tiada akan mampu 
Untuk mebalaskan kasih setiamu yang telah kau berikan untukku

Maafkanlah diri ini telah banyak menyusahkan hati dan perasaanmu
Hanya dengan terima kasih dan rasa hormatku
Dan dengan segala rasa syukur dan doaku
Teruntuk dirimu seorang wanita yang kupanggil Ibu


Tonton juga video saya yang lain di Channel Ungkapan Hati




Senin, 25 September 2017

Sepenggal Cerita Pagi Hari || Puisi Ungkapan Hati



Manisnya sebuah senyum menghias merekahnya pagi
Terasa hangat seperti mentari yang mengawali sebuah hari
Dan seolah menceritakan indahnya warna warni hati
Yang menumbuhkan semangat diri ini untuk segera berlari

Saat terdengar suaramu yang begitu merdu di telingaku
Menghilangkan rasa ragu untuk bersiap dan segera berpacu
Berlomba dengan cepatnya waktu yang tak pernah mau menunggu
Menembus pekatnya kabut pagi dan semburatnya asap serta debu

Dan kulihat sepasang tangan kecil yang mulai menari
Disertai dengan tatapan mata yang penuh arti
Mengucapkan salam untuk mengiringi langkah kaki ini
Dengan penuh harapan agar diriku dapat segera kembali

Samar terdengar suara lirih mulai terucap
Dari bibirmu yang mungil dan menawan
Sebuah kalimat yang terngiang dan bergema hingga ke relung jiwa
"Papa...cepat pulang ya..."


Tonton juga video saya yang lain di Channel Ungkapan Hati



Kamis, 21 September 2017

Ayah, Mengenangmu yang Berada di Keabadian || Puisi Ungkapan Hati



Sejenak hati dan jiwaku terasa bergetar

Saat teringat tentang dirimu di masa yang lalu
Selintas bayangmu pun hadir di dalam benakku
Dan menyapa hati dengan sebuah senyuman

Kerinduan pun terasa menyeruak di jiwaku
Mengingatkan diriku akan masa indah bersamamu
Hangatnya kasihmu pun seolah masih kurasakan
Mengalir dan mengiringi di dalam setiap langkah kakiku

Terbayang sosok pribadimu yang begitu teguh dan pantang menyerah
Menjalani hidup dengan penuh asa, cita dan cinta
Dan selalu memberikan rasa aman dan kenyamanan
Disetiap hari kehidupan yang telahdan akan kujalani

Dan saat ini semuanya hanya tinggal sebuah kenangan
Yang senantiasa terukir indah di hati dan jiwaku
Melekat dan menjadi bagian cerita kehidupan yang selalu kurindukan
Menjadi sebuah rasa bangga dalam alur kisah hidup yang kugoreskan

Ayah...
Dengan rasa cinta dan kerinduan yang ada di hati ini
Dengan rasa syukur dan terima kasih yang mungkin dulu tiada terucap
Dengan tulusnya doa yang dapat kupanjatkan
Semoga kedamaian abadi dan kasih Tuhan selalu ada untukmu


Tonton juga video saya yang lain di Channel Ungkapan Hati



Rabu, 20 September 2017

Wanita Tangguh, Terima Kasihku Untukmu || Puisi Ungkapan Hati



Dirimu merupakan sebuah anugerah yang terbaik bagiku

Dan aku bersyukur kepada Tuhan yang telah mempertemukan kita
Kemudian mengikat dan menyatukan hati serta diri kita
Untuk berjalan bersama dan berbagi rasa dalam setiap keadaan
Menikmati manis dan pahitnya cerita hidup dalam rasa yang sama

Dan semua itu merupakan sebuah kebahagian bagiku
Walaupun harus melewati masa sulit penuh perjuangan dan pengorbanan 
Dengan hanya berbekal saling percaya dan tulusnya cinta
Bersama mengejar mimpi dan harapan untuk merangkai kisah indah di masa depan
Merenda kehidupan penuh warna agar berujung kebahagiaan

Masih kuingat masa dan rasa yang begitu berat yang harus kau jalani
Saat sendiri dan terpisah oleh jauhnya jarak yang memaksa kita
Bergelut dengan rasa sakit dan darah tanpa diriku ada disampingmu
Saat buah cinta kasih kita terlahir menyapa dunia

Masih banyak kisah dan jalan sulit yang telah kau lalui untukku
Dan dirimu pun selalu meneguhkanku saat aku merasa tiada mampu
Wanitaku, sungguh begitu tangguh dirimu di mataku
Semuanya itu membuatku selalu bersyukur atas hadirmu di hidupku Terima kasih Tuhan telah kau berikan wanita tangguh untukku



Tonton juga video saya yang lain di Channel Ungkapan Hati




Senin, 11 September 2017

Langit Terlihat Begitu Indah dan Seharusnya kehidupan Juga || Puisi Ungkapan Hati


Saat kutatap langit yang selalu membuat diri ini berdecak kagum
Dan tiada pernah ada rasa bosan saat memandang dan mengamatinya
Entah saat pagi ketika di ufuk timur berhias cahaya emas
Atau sore hari manakala senja jingganya merona begitu mempesona

Bagiku,  keindahan langit adalah sebuah anugerah
Yang selalu membuat diriku dapat bersyukur saat melihatnya.
Walaupun harus kurasakan teriknya mentari
Yang membakar dan memerihkan kulit saat memandangnya.
Meskipun tubuh ini harus kuyub
Oleh gerimis dan hujan saat menikmatinya.
Ataupun harus menahan dinginnya angin malam
Hanya untuk melihatnya berhias bintang dan bersanding sang dewi malam.

Nuansa indah yang kau hadirkan pun tiada pernah sama dari waktu ke waktu
Manakala Angin dan badai menerjang, itupun tidaklah mampu menyurutkan pesonamu
Ributnya petir dan guntur bahkan menambah kesan megahnya nuansa yang tercipta
Dan semua itu selalu mengesankan keindahan yang membuat diri ini merasa takjub

Langit pun selalu mengajarkanku...
Tentang perubahan yang dapat terjadi begitu cepat dan setiap saat
Tentang menerima dan tiada pernah menolak segala sesuatu yang menggoresnya
Dan membiarkan semuanya terlukis di wajahnya tanpa berusaha menutup dengan kepalsuan
Dengan semua itu langit pun selalu terlihat indah dan bertambah indah.

Demikian juga harapku untuk kehidupan yang selalu berubah dari hari ke hari
Seharusnya langit kehidupan setiap orang pun dapat selalu indah seperti dia
Walaupun gelombang dan badai kehidupan datang menerpa
Meskipun goresan goresan hidup melukis langit kehidupan ini

Dan aku, akan menunggu untuk melihat keindahan yang dihadirkan dalam langit kehidupanku
Walaupun banyak orang yang menggoreskan nuansa dan rasa di kanvas langitku
Mungkin saat ini sebagian langitku tidaklah seindah langit yang lainnya
Namun aku percaya dalam kehidupan ini segala sesuatu ada waktunya
Dan langitku pun akan terlihat indah saat tiba waktunya


Tonton juga video saya yang lain di Channel Ungkapan Hati






Minggu, 03 September 2017

Apakah Kata Cinta Sudah Kehilangan Makna || Puisi Ungkapan Hati


Saat cinta mulai bicara dan merangkai sebuah cerita

Menebarkan keindahan dan janji yang begitu mempesona
Melambungkan harapan dan angan menembus mega mega
Seolah melenyapkan semua duka dan derita kehidupan

Memancarkan harum semerbak mekarnya bunga asmara
Membius perasaan dan logika sehingga lupa dan tiada berdaya
Hanya keindahan yang seolah surga yang ada di pelupuk mata
Menghalangi indera melihat realita kehidupan yang sebenarnya

Tanpa sadar langkah pun terbawa tanpa terasa
Dan kaki pun terasa tiada menapak di muka bumi lagi
Terbang laksana layang layang dihembuskan semilir angin surga
Melayang tiada beban seolah masa depan telah menjadi sempurna

Ketika waktu terus bergulir dan semilir angin pun mulai terhenti 
Terganti badai kenyataan yang terasa mengguncang hingga ke relung sukma
Menyajikan sebuah hempasan gelombang kehidupan
Yang memaksa mata dan logika melihat realita hidup yang nyata

Dan semestinya....
Cinta tidaklah membutakan mata hati dan nurani
Cinta membangun keutuhan dan bukan menghancurkannya
Cinta menjadi pelita dalam gelapnya jalan kehidupan
Cinta adalah kesetiaan dan pengorbanan yang berujung kebahagian

Dan kini aku pun mulai bertanya....
Mengapa cinta terkadang harus berakhir derita dan air mata?
Apakah cinta hanya sebuah nafsu manusia yang dibungkus kata cinta?
Ataukah saat ini cinta hanya sebuah kata yang sudah kehilangan makna?

Tonton juga video saya yang lain di Channel Ungkapan Hati




Senin, 28 Agustus 2017

Puisi Mengenang Kisah Kita

Mengenang Kisah Kita
















Tanpa kusadari sudah begitu panjang jalan yang kita lewati
Bersamamu meniti setiap jengkal jalan kehidupan
Detik demi detik bergulir dan hari pun berlalu begitu cepatnya
Waktu berlari dan tak akan pernah mau kembali
Mengukir kisah hidup dengan penuh arti

Masih kuingat kenangan dimasa muda kita
Begitu indah...berbalut kasih dan sayang
Walaupun semua itu tidaklah terasa mudah
Banyak jalan yang terjal dan berliku yang harus kita lewati
Namun tulus dan teguhnya kasihmu membuat kita dapat bersatu

Kutatap wajahmu yang terlelap dalam hening dan dinginnya malam
Dan kurasakan betapa berartinya dirimu untukku
Terlintas kembali pengorbananmu dimasa itu
Ketika sebuah pertaruhan yang sulit engkau pilih
Demi cinta kita dan diriku

Terima kasihku untukmu yang senantiasa menemaniku
Yang selalu setia dan tiada pernah jemu
Merenda hidup mengukir waktu bersamaku
Hanya satu niat dan harapku
Membuat dirimu selalu bahagia disisiku

Tonton juga video yang lain di Channel Ungkapan Hati




Puisi Sepenggal Cerita Senja

Sepenggal Cerita Senja


Hadirmu seperti mentari di ujung senja
Jingga merona menghias cakrawala
Mengguratkan warna dan cerita di putihnya awan
Tiada lepas mata ini terpana memandangmu
Sungguh indah hadirmu di waktu itu

Walaupun mendung sempat meredupkan pesonamu
Namun tiada mampu sirnakan keindahan nuansamu
Hangatnya sinarmu pun masih kurasa
Membasuh dan menembus ruang jiwa
Menggetarkan rasa dan seisi hati ini

Walau hanya sesaat engkau ada 
Kehadiranmu begitu berarti untukku
Seperti sepenggal kisah masa yang lalu
Begitu melekat dan tak pernah mau pergi
Menghiasi lembar kehidupan yang kujalani

Waktu terus bergulir tanpa pernah mau peduli
Tinggalkan segala mimpi dan harapan yang tiada kunjung pasti
Lupakan kenangan yang seolah sudah terasa badi
Dan indahnya senja telah berlalu
Bersama waktu berganti cerita yang  baru

Tonton juga video yang lain di Channel Ungkapan Hati



Minggu, 27 Agustus 2017

Sanggupkah Aku Meraih Mimpi Indah ku di Hari Esok || Puisi Ungkapan Hati


Duduk seorang diri menikmati secangkir kopi hitam
Mencoba untuk lenyapkan rasa lelah yang  menyelimuti raga
Diiringi suara gemercik air yang terasa menyejukkan suasana malam
Dan kubiarkan pikiran ini mengembara tanpa arah dan tujuan

Mengalir menyusuri jalan kehidupan yang kulalui dihari ini
Dan mencoba menyibak belantara esok yang penuh misteri
Dengan berbekal kenyataan dan harapan yang masih tersisa
Merangkai sebuah mimpi agar menjadi sesuatu yang pasti

Terlintas begitu banyak keinginan yang menggoda hati
Menari dan mencoba mencuri tujuan hidup yang telah kupilih
Sesuatu yang tidak hakiki pun mulai mempengaruhi nurani ini
Yang semakin lama terasa membuat ciutnya nyali diri

Rasa khawatir akan hari esok pun perlahan merayap menghinggapi sukma
Mengikat perasaan dan rencana kehidupan yang akan kujalani
Memaksa dan menyiksa sanubari untuk berpaling dari asa yang ada
Dan membuat diri ini bertanya "sanggupkah kuraih mimpi indahku?"

Namun suara hati kecil pun membuatku kembali tersadar
Untuk menepis segala rasa takut dan keraguan yang ada
Kemudian mengalir dan mengikuti alur cerita hidup yang telah kuyakini untuk diriku
Dan kuberharap semua berjalan sesuai  kehendak-Mu ya Tuhanku


Tonton juga video saya yang lain di Channel Ungkapan Hati




Minggu, 20 Agustus 2017

Puisi Selamat Ulang Tahun Untuk Buah Hati


Ketika hadirmu menyapa kehidupan yang kujalani saat itu
Kurasakan begitu hangatnya suasana yang tercipta
Seperti hangatnya sinar mentari di pagi hari
Yang senantiasa mengawali lembaran hari yang baru
Begitu juga hadirmu memberikan sebuah awal cerita hidup yang baru

Tatap matamu yang lembut dan sebening embun di pagi hari
Yang terlihat begitu murni dan selalu menyentuh hati
Memberikan kesejukan yang penuh dengan harapan
Yang menatap dengan penuh arti walau tanpa sepatah kata
Hanya  tawa, senyum dan tangis yang mampu keluar dari bibirmu

hari demi hari yang begitu penuh arti selalu kita lalui bersama sama
Melewati musim demi musim yang senantiasa terus berganti
Dengan berbagai kisah hidup yang penuh warna warni
Dengan segala cerita suka dan dukanya kehidupan ini
Yang terlukis di dinding hati untuk dikenang suatu saat nanti

Dan tepat dihari ini beberapa tahun yang lalu
Sebuah tangisan terdengar memecahkan sunyinya suasana
Entah tangis bahagia atau tangis yang lainnya
Saat dimana dirimu terlahir membawa sukacita dan bahagia
Dan hari ini dengan tulusnya hati dan  sepenuh cinta kasih yang ada

Kuucapkan selamat ulang tahun untukmu buah hatiku

Tonton juga video yang lain di Channel Ungkapan Hati



Rabu, 16 Agustus 2017

Untuk Dirimu Sang Pemilik Hati



Teringat akan hadirmu yang begitu indah di waktu itu
Saat sebuah perjumpaan datang tanpa sebuah rencana
Terlihat begitu beningnya tatap matamu saat pandangan kita mulai beradu
Sungguh, dirimu begitu mempesona di mataku

Dengan senyum manis berbalut tulusnya sebuah jiwa
Dengan tegur sapa yang begitu wajar dan sederhana
Tanpa ada sesuatu yang berlebihan dalam dirimu kurasakan
Namun dalam pandang mataku semua itu terasa begitu istimewa

Bagiku, dirimu adalah sosok pribadi yang begitu menggetarkan hati
Yang membangunkan desir sanubari yang telah lama terasa mati
Menumbuhkan kembali pucuk harapan dan cinta kasih
Kemudian bersemi dan mekar menghiasi perasaan diri

Dan akhirnya memaku hati ini hingga tiada mampu untuk pergi lagi
Kucoba bertanya pada  jiwa ini untuk dapatkan sebuah jawaban pasti
Apakah dirinya adalah tulang rusukku sang pemilik hati?
Yang akan bertahta diruang jiwa ini hingga akhir hayat nanti


Kunjungi juga channel youtube saya disini (Channel Ungkapan Hati)



Senin, 07 Agustus 2017

Puisi Kuserahkan Pada-Mu Tuhan

Kuserahkan Pada-Mu Tuhan


Ketika suara hati terdengar tidak semerdu masa yang lalu
Manakala harapan tiada berujung kenyataan
Saat doa-doa seolah tiada pernah terjawab
Dan mimpi pun hanya sebatas malam

Yang kurasa hanya gundah hati yang tiada mau pergi
Samarkan setiap jengkal langkah kaki ini
Temaramkan pelita dan pandang mata hati
Hanya kekhawatiran hidup yang kian membingkai nyali

Tuhan...
Kemanakah langkah kaki ini harus kuayun?
Begitu pekatnya kabut terasa semakin melingkup diri ini
Uluran tangan-Mu pun seolah tak sanggup aku gapai

Tuhan...
Rengkuh aku dalam dekapan kasih-Mu
Papah aku menuju terang jalan-Mu
Karena tanpa-Mu aku tiada akan mampu

Tuhan...
Kuserahkan segenap jiwa dan raga ini
ke dalam kokoh kuat tangan-Mu

Minggu, 06 Agustus 2017

Puisi - Ibu, Aku Rindu Dirimu



Sendiri dan menatap putihnya langit langit kamar
Kurasakan kesunyian malam pun perlahan mendekap diri
Suara detik jam dinding terdengar seolah mengiringi lamunanku
Yang melayang dan hanyut dalam indah kenangan masa kecilku

Kususuri setiap jengkal jalan hidup yang telah kulalui
Dan kucoba merangkai kembali kepingan cerita kehidupan masa itu
Penggalan demi penggalan kisah yang samar mulai melintas
Yang semakin lama kian jelas tergambar di dalam kepala ini

Seraut wajah pun terlihat selalu ada dalam setiap potong kehidupanku
Mewarnai setiap hari yang telah kulewati
Wajah yang selalu terlihat mempesona di mataku
Penuh pancaran kasih dan keteduhan yang selalu menaungi diri ini

Setelah kusadari kini jarak telah memisahkan kita
Waktu pun telah mengubah raga menjadi kian renta
Namun semua itu tidaklah melunturkan pesonamu dimataku
Dan semua itu juga tidak mengubah kasih dan sayangmu untukku

Rasa rindu pun mulai mengusik dan bergejolak  di hati ini
Rasa rindu akan belaian dan kehangatanmu
Rasa rindu untuk dapat mengulang masa kecilku
Dan hatiku pun berbisik...Ibu, aku rindu dirimu


Tonton juga video yang lain di Channel Ungkapan Hati



Selasa, 01 Agustus 2017

Puisi - Jayalah Selalu Negeriku

Silahkan Subscribe, Share dan Like video ini
Apabila Anda suka dengan puisi ini

Tercium semerbak harum wangi bunga bangsa
Terbawa hembusan angin yang mulai bercerita
Tentang sebuah kisah perjuangan masa yang silam
Tentang para pahlawan bangsa yang gugur di medan laga

Berjuang tiada pernah mengenal kata menyerah
Dengan penuh keberanian dan tulusnya jiwa
Tumpahkan darah demi Nusa dan bangsa
Demi kemerdekaan dan bebasnya negeri tercinta

Wahai para sahabat satu Nusa satu bangsa
Nyalakan dan kobarkan semangat ksatria yang ada
Membangun diri dan taklukan segala ego yang ada
Tetap terus bersatu untuk utuhnya NKRI

Karena saat ini pun perjuangan masih tetap terus menanti
Bersama seia sekata membangun negeri ini
Untuk nyatakan kepada seluruh dunia
Indonesia adalah negara yang selalu jaya


Tonton juga video yang lain di Channel Ungkapan Hati



Senin, 31 Juli 2017

Puisi - Masih Adakah Sisa Rindu Untukku

Subscribe, Like dan share video ini apabila anda menyukainya


Masih jelas tergambar dalam benak ini
Suasana penuh canda tawa dan juga nestapa silih berganti
Saling berbagi cerita suka dan dukanya kehidupan
Dan seolah semuanya baru saja terjadi

Namun saat ku sadari bahwa waktu telah berlalu begitu lama
Dimana usia kian bertambah dan segalanya sudah berubah
Jarak pun terasa terlalu jauh untuk dapat ditempuh
Baik itu diriku dan juga dirimu

Hanya Goresan dan ukiran kehidupan yang telah kita lewati
Akan senantiasa melekat erat tanpa pernah berkarat
Walaupun waktu terus berjalan, berlalu dan berganti
Namun kisah kita tak akan pernah menjadi usang di hati ini

Rasa rindu akan hadirmu pun masih sering kurasakan
Walaupun kutahu tidak lah mudah untuk mewujudkannya
Dimana jarak, waktu dan entah apalagi membuat kita tak mampu 
Masihkah ada sisa rindumu yang kau rasakan untukku?

Sungguh begitu berartinya hadirmu dihidupku
Karena engkau telah mengukir dan menghiasi kehidupaku
Dan hanya dengan tulisan ini aku ingin mengenangmu
Sebagai rasa syukur dan terima kasihku untukmu


Tonton juga video yang lain di Channel Ungkapan Hati



Selasa, 18 Juli 2017

Puisi Karena Aku Bukanlah Dirimu

Karena aku bukanlah dirimu

Silahkan Subscribe, Share dan Like video ini
Apabila Anda suka dengan puisi ini

Teman....
Aku hanya dapat mendengar setiap kata yang keluar dari mulutmu
Aku hanya dapat merasakan kata kata itu 
Membuat aku bahagia atau kecewa
Menyakitkan hatiku atau membuat aku gembira
Dan aku percaya semua kata itu keluar dari lubuk hatimu
Semua kata itu juga yang membuat aku
Mempunyai gambaran seperti apakah dirimu
Karena aku tidak dapat mendengar suara dan kata hatimu yang sebenarnya

Teman...
Aku hanya dapat melihat apa yang kau lakukan di depan mataku
Aku hanya dapat menikmati hasil dari apa yang engkau lakukan
Terlalu banyak hal yang menyenangkan, tetapi tidak sedikit juga hal yang menyakitkan kurasakan
Mungkin hanya itu yang dapat kulihat dengan mataku
Dan mungkin juga hanya itu yang bisa kurasakan dengan hatiku
Untuk akhirnya memberikan sebuah nilai seberapa pantas seorang pribadi harus dihargai
Karena aku tidak dapat melihat semua rencana dan langkah langkah yang ada di dalam benakmu

Teman...
Maafkan aku jika telah salah menilaimu
Karena aku hanya dapat mendengar dan melihat
Karena aku hanya dapat merasakan dengan hatiku
Dan karena aku bukanlah dirimu

Sabtu, 24 Juni 2017

Puisi - Waktunya Mudik Pulang Kampung



Remang sinar mentari berbalut kabut di pagi hari
Jernihnya tetes embun masih terlihat di hijaunya daun
Menemani diri ini untuk berpacu dengan waktu
Mengawali sebuah perjalanan panjang yang harus ku tempuh

Mulai terbayang kenangan dan cerita indah
Serta wajah penuh keceriaan orang orang tercinta
Di teduh dan damainya tempat bernaung masa lalu
Menambah hasrat dan harapan untuk segera bertemu

Waktu terasa berjalan begitu cepatnya
Namun tidak dengan langkah perjalananku
Deru asap dan debu semakin terasa menyesakkan nafas
Lelah dan penat pun mulai merasuk raga

Namun semua itu tiada menghalangi semangatku
Untuk tetap terus berpacu
Mengejar waktu untuk segera bertemu
Kampung halaman yang telah lama menunggu

Selasa, 20 Juni 2017

Puisi - Sahabatku, terima kasih untuk pertolonganmu disaat itu





Manakala malam terasa panjang dan seolah tiada bertepi

Saat mata ini enggan untuk terpejam dan terlelap
Dan otak pun mulai merangkai sebuah kisah lama
Tentang sebuah cerita buram seorang pria muda

Disaat malam terasa suram dan tiada berhiaskan bintang
Ketika gundah hati menguasai akal budi
Dan langkahku pun terasa mulai tiada terkendali
Hanya mengikuti rasa hati yang tiada pernah kumengerti

Lalu berpacu di jalanan tanpa tujuan pasti
Dan sebuah tragedi pun tak mungkin dihindari
Tanpa sadar darah pun mengucur tiada henti
Namun semua itu tiada menyurutkan langkah dan niat hati

Terus berjalan walau terhuyung dengan langkah gontai
Tiada peduli rasa perih dan keadaan diri
Mengikuti sebuah rasa hati yang tiada pernah mau mengerti
Walau kutahu hanya goresan pedihnya hati yang akan kutemui

Dan Ketika sadarku mulai kembali
Tiada satu pun cerita yang teringat dibenak ini
Hanya seraut wajah yang masih melekat
Mengusap tetes darah yang masih terasa hangat

Terima kasih sahabatku....
Untuk pertolonganmu disaat itu
Dan Maafkan diriku....
Telah menyusahkanmu diwaktu itu

Minggu, 04 Juni 2017

Puisi Sunset di Gunung Kunir

Sunset di Gunung Kunir


Disaat cahaya mentari berselimut kabut tipis
Dan semilir angin dingin menerpa diri
Kuayunkan langkah setapak demi setapak
Melewati satu persatu anak tangga yang ada

Terjal dan berliku jalan yang harus kulalui
curamnya lembah pun terasa menggetarkan hati
Memicu gejolak adrenalin dalam tubuh ini
Menambah nuansa rasa yang tak akan pernah terlupa

Letih dan lelah tiada menghalangi niat hati
Untuk tetap melangkah menuju puncak nan alami
Menggapai putihnya awan yang begitu menawan
Memandang keindahan semesta karya Tuhan

Kurasakan begitu kecil dan tiada berartinya diri ini
Manakala indahnya sebuah karya terpampang di depan mata
Ketika mentari senja begitu menakjubkan di cakrawala
Membiaskan cahaya jingga mewarnai langit penuh Mega

Sesaat diriku termangu seolah beku
Memandang sunset yang selalu kutunggu
Dan kubersyukur pada-Mu ya Tuhanku
Untuk sunset yang indah dari puncak Gunung Kunir


Tonton juga video yang lain di Channel Ungkapan Hati