Kamis, 03 November 2016

Puisi: Setetes Asa

Kala hati terluka goresan rasa 
Tajamnya lidah menghunjam begitu dalam
Menusuk sanubari meradangkan jiwa
Meluapkan amarah tiada terkira
Membutakan mata hati dan nurani yang ada

Tiada peduli lagi cinta yang dulu ada
Seolah semua sirna tiada tapak dan jejak
Tidakkah kau ingat janji kita?
Seia sekata untuk saling menjaga
Walaupun dunia kita takkan pernah sama

Masihkah terlintas kata kasih di benakmu?
Masih adakah secercah cinta bertahta?
Ternyata semua telah menjadi kelam
Tercabik buasnya ego diri dan kuasa
Tersapu badai kehidupan fana

Hanya gelap kabut yang berkuasa
Membelenggu sanubari manusia
Membelokkan lurusnya jalan cinta
Melati pun tiada terlihat seputih dulu lagi
Tertutup debu kotornya tirai kalbu

Akankah datang hembus bisik nurani
Membelai hati untuk bersih kembali
Menutup luka goresan rasa sanubari
Sirnakan pekat kabut belenggu hati
Sisakan setetes harapan untuk kembali...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar