Selasa, 08 November 2016

Puisi: Sebuah Makna

Dinginnya kabut tipis menyapu sejukkan hati
Perlahan sirna menyambut hadirnya mentari pagi
Langit pun merona membiaskan cahaya begitu indah
Seindah nuansa cinta yang kau hadirkan di jantungku

Waktu berlalu begitu cepat tiada terasa
Surya pun tiada lagi hangat kurasa
Begitu panas membakar memerihkan raga
Sadarkan diriku dari sebuah khayalan dan lamunan

Sejuk embun dan dinginnya kabut telah berlalu
Mentari di langit pun terlihat mulai suram
Tenggelam dalam awan hitam yang datang menghadang
Tetes air pun mulai menitik membasuh bumi

Kulihat sebuah bayang perlahan kian mendekat
Tertegun mataku menatap senyum resah sebuah wajah
Dan tiada lagi kurasa rintik hujan yang menerpa
Terbendung tirai sutra selendang jingga

Hangat kurasa sebuah pelukan mesra
Gantikan khayal lamunan dengan kasih nyata
Tulusnya sebuah senyum pun mulai mengembang
Dan sebuah arti cinta pun menggoreskan makna

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar