Jumat, 11 November 2016

Puisi: Sebuah Kerinduan

Desir hati terasa mengusik jiwa
Lirih terdengar senandung syair kerinduan
Pecahkan sunyi suasana tanpa teman
Hadirkan bayang wajah yang melekat begitu indah

Semua masih tersimpan dan tertata di benakku
Rangkaian bunga harapan masa yang menjelang
Segala ucap janji dalam ikatan cinta kasih kita
Satukan kata menempuh kehidupan bersama

Waktu terasa begitu lambat berjalan
Seolah enggan bergulir dan berputar
Menyiksa rasa menusuk gelora rindu yang ada
Menunggu kembalinya bidadari pujaan

Kasih...
Bersama hembus angin kusematkan kerinduan
Berharap dirimu merasakan setiap detak kalbu ini
Hanyalah doa dan harapku untuk dirimu
Selalu ceria dalam lindungan Sang Pencipta

Rabu, 09 November 2016

Puisi: Awal sebuah hari

Berarak putihnya mega menghias cakrawala
Perlahan cahaya kemilau mulai menyeruak remang pagi
Menembus kabut menambah indahnya awal hari
Mentari pun mulai menebarkan kuasanya
Seolah raja yang bertahta di atas singgasana

Angin pun perlahan menghampiri
Singkirkan mega-mega yang menghalangi
Mengusir kabut untuk segera berlari pergi
Siapkan jalan untuk sang penguasa hari
Sinari seluruh karya Tuhan yang maha tinggi

Tetes embun masih menghias hijaunya daun
Laksana permata pantulkan sinar sang penguasa
Kokok ayam jantan pun mulai samar terdengar
Berganti riuh nyanyian burung menyambut mentari
Dan pekatnya malam pun tinggal sebuah cerita

Sunyi sepi telah mulai berganti
Cerita kehidupan pun terdengar dan  terlihat
Diiringi hiruk pikuk dan canda tawa anak manusia
Mengayun langkah penuh semangat 
Untuk wujudkan indahnya sebuah harapan