Minggu, 01 Oktober 2017

Mengenang Pengorbanan Seorang Ibu Untuk Anaknya || Puisi Ungkapan Hati



Ketika sang waktu kembali mengingatkan diriku
Di saat cerita hidupku ini baru dimulai
Manakala kerasnya suara tangisku terdengar
Dan engkau pun terkulai lelah tanpa daya

Hangatnya dekapan sayangmu masih dapat kurasakan
Dengan pelukan berbalut kasih seluas langit yang tiada bertepi
Dengan tulusnya rasa cinta yang sehangat surya pagi 
Dengan berhiaskan senyuman yang penuh rasa kedamaian

Terbayang begitu besar pengorbanan yang telah engkau berikan
Betapa mahalnya harga yang harus engkau bayarkan
Telah engkau relakan keindahan tubuhmu sirna
Dengan segala rasa sakit yang harus kau rasakan
Menumpahkan darah menyabung nyawa dan menanggung perihnya sayatan luka
Dan semua itu hanya demi untukku yang kau puja

Tiada satu kata yang sanggup untuk melukiskan semuanya
Dan tak ada satu pun yang mampu untuk menggantikannya
Meskipun dengan seluruh hidupku dan itu pun tiada akan mampu 
Untuk mebalaskan kasih setiamu yang telah kau berikan untukku

Maafkanlah diri ini telah banyak menyusahkan hati dan perasaanmu
Hanya dengan terima kasih dan rasa hormatku
Dan dengan segala rasa syukur dan doaku
Teruntuk dirimu seorang wanita yang kupanggil Ibu


Tonton juga video saya yang lain di Channel Ungkapan Hati




Senin, 25 September 2017

Sepenggal Cerita Pagi Hari || Puisi Ungkapan Hati



Manisnya sebuah senyum menghias merekahnya pagi
Terasa hangat seperti mentari yang mengawali sebuah hari
Dan seolah menceritakan indahnya warna warni hati
Yang menumbuhkan semangat diri ini untuk segera berlari

Saat terdengar suaramu yang begitu merdu di telingaku
Menghilangkan rasa ragu untuk bersiap dan segera berpacu
Berlomba dengan cepatnya waktu yang tak pernah mau menunggu
Menembus pekatnya kabut pagi dan semburatnya asap serta debu

Dan kulihat sepasang tangan kecil yang mulai menari
Disertai dengan tatapan mata yang penuh arti
Mengucapkan salam untuk mengiringi langkah kaki ini
Dengan penuh harapan agar diriku dapat segera kembali

Samar terdengar suara lirih mulai terucap
Dari bibirmu yang mungil dan menawan
Sebuah kalimat yang terngiang dan bergema hingga ke relung jiwa
"Papa...cepat pulang ya..."


Tonton juga video saya yang lain di Channel Ungkapan Hati